Cerpen Misteri/Baur
Ilusi Aku baru saja ditelepon oleh Ibu. Beliau kata, bersihkan kamar, kurangi tidur. Sudah dua puluh tujuh tahun hidup bersama, ternyata beliau masih saja belum mengerti hobiku hingga sekarang. Ibuku sedang dalam perjalanan dinas ke luar daerah. Beliau seorang wanita karier yang amat sibuk sampai lupa mati. Selama ini hanya tinggal beliau seorang yang berperan sebagai ibu sekaligus ayahku, sebab suaminya sudah lama jadi mendiang. Ah, lupakan itu! Hari ini adalah hari uji coba yang ke tiga puluh satu di laboratorium mini di kamarku. Aku baru saja membuat riset baru dengan mencampurkan dua buah larutan ke dalam tabung reaksi. Sekarang aku tinggal menunggu hasilnya. Jika warna larutan dalam tabung itu tetap memerah, berarti percobaanku gagal, tetapi jika memuai, itu artinya harga diri seorang wanita sejati. Untuk sementara dan seterusnya, biar kita sisihkan saja cerita keluarga di awal-awal tadi. Cerita semacam itu cukup ditayangkan di sinetron. Jangan di sin...